Personal Branding is Self-Quality
( sumber : diana irdania )
PERSONAL BRANDING adalah sikap yang di bangun untuk mendefenisikan kepribadian seseorang dengan menjalani proses yang terstruktur serta bertujuan, guna meningkatkan keyakinan , perasaan , ekspetasi terhadap seseorang .
personal branding banyak ditemui pada seseorang yang menjadi pusat publik seperti artis , content creator ,pembisnis , dsb. dengan demikian personal branding membantu sejalan nya visi dan misi untuk menentukan komunikasi secara efektif .
Kenapa membangun Personal Branding penting ?
sebagai contoh seorang pembisnis , dengan memberikan sikap tanggung jawab , berwibawa serta tata krama yang baik , sikap demikian bisa membantu menarik customer / audience / perorangan / peluang dalam karir dan kehidupan yang selaras dengan visi misi seorang pembisnis .
contoh lainnya seorang content creator ( content marketing ) dengan memberikan sikap profesional , mampu memberikan edukasi kepada audince , sikap demikian bisa menarik brand tertentu serta menarik audince secara kolektif .
yang di butuhkan personal branding antara lain , akurat ( kebeneran - kenyataan ) , koheren ( keselarasan - kesesuaian ) , menarik ( unik - ciri khas ) .
1. Tentukan Tujuan untuk menciptakan personal branding yang mengidentifikasi nilai, sasaran, dan tujuan.
Apa yang menjadi peduli / alasan membangun personal branding ? contoh : membangun peluang kecil menjadi peluang besar yang di kemudian hari menjadi peluang kerja untuk orang lain .
Apa yang di pahami / dipelajari sebelumnya ? contoh : membuat konten , membuat resep masakan , menjadi digital marketing , dsb .
Apa yang saya ingin orang-orang ketahui tentang saya ? contoh : seorang pembisnis sukses yang berasal dari keluarga non previllage , penulis website berdasarkan pengalaman pribadi , dsb .
Bagaimana saya ingin mendefinisikan diri saya sendiri ? contoh : wanita cantik yang pandai berbisnis , pembisnis muda yang terstruktur dengan proses , dsb .
Apa yang membuat saya istimewa ? contoh : untuk menjadi seperti saat ini butuh 8 tahun personal branding , 6 tahun memulai bisnis yang di dasari kesadaran ekonomi keluarga yang tidak bisa di paksa namun bisa di usahakan dengan baik .
Bagaimana cara memberikan nilai kepada orang lain? contoh : memulai pembelajaran untuk diri sendiri setelah memberikan hasil yang memungkin untuk di bagi , boleh jadi tips untuk publik secara kolektif .
Pertimbang kan kehidupan profesional juga pribadi saat kita melakukan brainstorming ( bertukar pikiran ) , dan pastikan untuk memikirkan audiens . ( butuh waktu untuk saya memikirkan apakah ini layak atau tidak untuk diberikan ).
2. Tinjau kepemelikan personal branding ( logo - nama panggung )
Perhatikan merek ( personal branding ) pribadi saat ini, dengan secara sadar saat memutuskan untuk membuatnya menjadi identitas , sebelum orang lain membawa persepsi dan pengetahuan tentang personal branding kita.
Dalam Harvard Business Review, Avery dan Greenwald menguraikan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan selama fase ini:
Kredensial : Pendidikan, penghargaan, dan pencapaian kita
Modal sosial : Kuantitas dan kualitas koneksi pribadi dan profesional
Modal budaya : Kecerdasan emosional dan keahlian yang di peroleh melalui Pengalaman hidup
3. Membangun Narasi
Setelah memahami tujuan dan merek ( personal branding ) pribadi saat ini, kumpulkan cerita yang menggambarkan proposisi nilai kita, gunakan bahasa yang mudah di pahami sehingga informasi jelas untuk di dengar audience,
4. Komunikasikan dan Wujudkan Merek
Setelah merencanakan merek ( personal branding ) pribadi , komunikasikan dengan mengidentifikasi di media untuk mempromosikan nilai kita. Sama seperti memasarkan produk dan layanan, kita dapat menggunakan perpaduan media berbayar juga perorangan , untuk membuat proposisi nilai dan cerita kita dapat diakses dan dilihat oleh jaringan yang lebih luas.
Mungkin terasa tidak wajar untuk memasarkan diri Kita seperti yang kita lakukan pada suatu produk, ingatlah bahwa hal itu akan menarik peluang yang selaras dengan nilai unik kita. Dengan meningkatkan visibilitas, kita dapat memberikan nilai kepada publik secara kolektif.
Kita juga bisa mengkomunikasi kan merek ( personal branding ) pribadi , dengan mewujudkan nya dalam interaksi tatap muka , hal ini menjadi peluang untuk menunjukkan personal branding kita. Misalnya, jika kita ingin menunjukkan kecintaan pada bisnis, sampaikan dengan antusias keterlibatan berbisnis untuk menciptakan lapangan kerja secara meng global , hal ini cukup membantu audience memahami tujuan dalam berbisnis kita.
Mewujudkan merek ( personal branding ) juga berarti mengambil langkah untuk meningkatkan nilai unik kita . Jika, misalnya, kita adalah seorang pembisnnis sukses yang ingin meningkatkan peluang kerja ,serta meningkatkan kepemimpinan diri kita dalam mengelola bisnis, membangun lapangan kerja sama hal nya kita membantu dalam meningkat kan ekonomi negara ,serta kepemimpinan yang membawa kita menjadi berhasil dalam mengelola nya.
5. Sosialisasikan merek ( personal branding )
Memastikan orang lain memiliki nilai yang sama dengan kita . Dalam Harvard Business Review, Avery dan Greenwald menguraikan empat kelompok yang dapat berperan penting dalam mensosialisasikan merek ( personal branding ) .
Gatekeeper : Mereka yang dukungan nya sangat penting untuk mencapai tujuan kita ( orang yang sangat berperan penting dalam ( komunikasi ) media massa seperti , koran , majalah , televisi , radio dan media sosial ) .
Influencer : Orang dengan otoritas yang dapat mencari platform tambahan untuk membagikan merek ( personal branding ) kepada audience secara luas di media sosial seperti Instagram , Whatsapp , Youtube , dsb .
Promotor : Mereka yang secara aktif mendukung pencapaian tujuan merk/personal branding kita
Komunitas: Kelompok yang memiliki misi atau minat yang sama serta membantu memberikan dukungan kepada merk ( personal branding )
6. Evaluasi kembali dan Sesuaikan
Personal branding tidak hanya dilakukan satu kali saja , hal ini memerlukan penilaian ulang dan penyesuaian terus-menerus ( berproses sampai ke tujuan ) untuk memastikan kita belajar ,menguraikan masalah dan solusi , serta mewujudkan merek ( personal branding ) yang kita inginkan.
DFINISIKAN PERSONAL BRANDING DAN BUAT DAMPAKNYA
Personal Branding yang kuat dapat membantu kita menarik orang yang tepat, mendapatkan pekerjaan atau promosi, serta menjalin hubungan yang mengarah pada peluang baru.
Dengan sikap dan tindakan yang terstruktur , kita dapat memperoleh keyakinan pada nilai pribadi kita serta mewujudkan nya dalam kehidupan dan karier di masa depan .
sumber Referensi :
https://online.hbs.edu/blog/post/personal-branding-at-work . diakses juni 2024
personal experience dianairdania . diakses juni 2024


Komentar
Posting Komentar